Minggu, 22 Desember 2013

Musim

Hitunglah berapa musim kita lewati
Melangkah meninggalkan kenangan
Ingatkah kau pohon mahoni yang rimbun itu?
Tempat kita saling mengusik satu sama lain
Ketika hari sudah senja
Tempat kita membaca puisi dan cerita tak bermakna.

 Pare-kediri Desember 2013

Rabu, 18 Desember 2013



Tak ada yang abadi,
termasuk kebersamaan kita.
sisanya adalah jejak yang kusebut "kenangan".............

ets@..Desember_pare....."semua tentang kita"

Minggu, 22 September 2013

Jumat, 22 Februari 2013

Ruang pucat 4

Ketika hening menjentik lelapku
Di sebuah malam tanpa paduan suara katak  tak beradab dari rawa pinggiran kota
Terjaga oleh sebuah rytme mimpi yang berdesak-desakan
Tentang kenangan – tawa yang hampa – iblis kutu busuk – politikus bermuka dua - juga tentang perempuan-perempuan  bau kencur yang merelakan diri terlelap dalam pelukan lelaki yang bukan suaminya.

Waktu melompat seakan dikejar malaikat
Ke titik satu, dua, tiga, empat
Namun tak kembali nol
Belum juga tercipta apa-apa
Hanya imajinasi kotor
Hanya pikiran kolot
Hanya jiwa monolog
Hanya kanvas kosong
Sama seperti malam-malam sebelumnya
Aku menemukan sosok yang miskin kata-kata - peradaban – budaya – dan intelektualisme
Yang sesekali aneh pada dinding-dinding pucat yang setiap hari menikmati ketelanjangannya

Ruang pucat yang pengap
Hati memilih lelap
Biarlah otak kembali senyap
Lalu kenangan akan lenyap
Di dekap oase yang terlampau gelap

Ruang pucat tak beradab
Dua lajang bermimpi  mati
Tak terdengar hujan sama sekali.



Makassar _ Januari 2013

Fajar - 30 September 2018