Kamis, 24 Mei 2012

Selamat Sore


Selamat sore,
Lama menunggu?
Apa senja masih indah sore ini?
Ekspresi apakah gerangan di ujung langit sana?
Saat bola matahari perlahan menepi-
Menuju belahan bumi lain
Ke manakah dia?

Selamat sore,
Perlukah ucapan itu kutitip lagi untukmu?
Pada lembayung biru kemerahan yang menggemaskan
Sama seperti aku menitip “selamat pagi” pada embun yang mendebarkan
Saat jiwa-jiwa yang terlelap bangun karena cinta di pagi hari
Di jemput mentari yang tersenyum genit dari ufuk timur

Minggu, 20 Mei 2012

Titik dan Koma


Belum juga ku letakkan titik
Hanya sebuah koma
Karena masih ada ribuan kalimat setelahnya
Belum juga kuletakkan titik
Hanya sebuah koma
Karena titik dalam katamu

Belum juga ku letakkan titik
Hanya sebuah koma
Meski episode akan segera berakhir

Sebentar lagi
                         Segera

                         Belum juga kuletakkan titik
                         Hanya sebuah koma
                         Lagi-lagi hanya sebuah koma
                         ,

Pengakuan


Ini adalah rindu. 
Suatu saat bila kau mengetahuinya
Maka biarkan dia merindukanmu
Dan menikmati jalannya sendiri.

Rabu, 16 Mei 2012


Sedikit _ Menurut Aku _ Perempuan itu diciptakan untuk di sayangi. Karena dia akan merasa damai dengan sayang itu. Di kasihi sebagaimana kau mengasihi dirimu. Karena kasih itu akan membuat dia selalu bahagia. Di cintai dengan tulus_tanpa mengharap apa-apa dari rasa cintamu. Karena itu adalah catatan buat dia berbalik mencintaimu seperti kau mencintainya. Di jaga seperti kau memelihara sebuah tanaman yang sangat kau sukai. Tak akan rela kau melihatnya layu karena dirimu atau karena orang lain. Dengan begitu, dia akan merasa aman bersamamu.
Karena perempuan seperti gelas kaca. Terlalu berpotensi mengalami keretakan.(*­_*)

Kenangan_Menuju Hatimu



Kenangan, sebuah lorong menuju hatimu
Gelap, menyesakkan
Berbaur seluruh keindahan dan kesakitan menemuinya
Sungai sesekali menjelma gemuruh
Matahari seperti mendekati hati
Di sebuah titik yang tak terkira, tiba-tiba pergi terganti hujan yang membongkar paradigma kearifan

Kenangan, sebuah jalan menuju hatimu
Diam-diam aku tersipu bahagia
Di sana bunga-bunga beraneka warna
Kupu-kupu bermetamorfosis sempurna
Pepohonan yang rimbun
Hamparan rumput mengganti permadani untuk jiwa yang kelelahan
Menunggu cinta berbalik memeluk rindu sepanjang hari

Minggu, 13 Mei 2012

Sore yang terlupakan


Perlukah aku menulis  sesuatu untukmu
Sebelum petang berangkat hari ini?
Berganti kegelapan yang agung.
Atau perlukah aku menyisir lagi guratan wajahmu dari balik puisi yang kau tinggalkan.
Saat huruf pertama dari namaku pun kau sudah lupa.


Sayang, kerinduanku belum juga pupus di sini.
Aku bahkan masih mengeja namamu, selalu.
Membayangkanmu menjelma merpati mengetuk jendelaku yang basah air hujan.

Sayang, tak kutemukan ensiklopedia yang bisa membuatku amnesia.
Atau kisah sejarah yang bisa mengambil rindu itu tanpa sisa.

Sayang, sore ini aku  terlupa olehmu,
Tapi tidak bagiku.

Makassar, 2012  -  setelah hujan

Sabtu, 12 Mei 2012

Suatu Malam


Berangkali hanya keheningan
yang bersaksi akan gelisah di hatinya
Saat bumi di selimuti kegelapan
Di irama tetes-tetes air hujan
Sewaktu purnama entah bersembunyi di mana

Dia menanti merpati
Datang bertamu menitip puisi
Bait pertama atau sampai ke dua
Atau lagu berirama kesejukan
Sebagai penawar rasa kesepian
di hari yang mereka sebut kelahiran

Kamis, 10 Mei 2012

Hilang



Di sekuntum bunga bakung
Kulihat lukisanmu menangis
Di sudut bawah namamu tinggal kenangan
Di sana kau membisu
Bersama seorang ibu yang menunggu maut.

Kutemui kanvasmu kesepian



Mks 2007/ 01:18 PM


Senandung Hujan



Hujan turun pukul sepuluh pagi
                        Asap mengepul dari balik dapur
Setetes sisa embun jatuh dari balik kelopak mawar
                                                Jatuh tanpa suara menuju tanah.

Ada selimut tetap menggoda
Ada hangat dalam sepi
Meski negeri semakin di tepi

Sajak Kita



Kita bertemu di angka dan huruf yang buram
Di sebuah topik kesakitan tentang asmara
Di bawah rimbun pepohonan tak bernama
Di jalan yang kusebut keajaiban
Dekat bangunan tua tempat kita pernah mencatat kosa kata membosankan

Kaulah Lelaki


Kaulah lelaki yang pernah menawarkan anggur ketulusan. Menuang perlahan di atas gelas kesepian. 
Walau tak habis kuminum karena keraguan.
Kaulah lelaki yang menghidupkan akar-akar kata dalam tubuhku. .
Kaulah lelaki yang pernah meminangku dengan sepotong puisi berirama kegelisahan. 
Kaulah lelaki yang tak habis kuuraikan dengan kata.

Fajar - 30 September 2018