Kamis, 10 Mei 2012

Senandung Hujan



Hujan turun pukul sepuluh pagi
                        Asap mengepul dari balik dapur
Setetes sisa embun jatuh dari balik kelopak mawar
                                                Jatuh tanpa suara menuju tanah.

Ada selimut tetap menggoda
Ada hangat dalam sepi
Meski negeri semakin di tepi

Terbangun menyibak tirai
Menebak waktu dari balik jendela

Gelisah tiba lagi
            Berselisih dengan hati
                        Tanpa lagu yang mulai ramai
                                    Saat hidup dipermainkan esensi

Sebaris puisi menggelitik
            Di otak yang telah bekarat
                        Bertamu tanpa syarat

Kuingat lalu,
            Bermain hujan tanpa baju.


Malino_07_03_07



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fajar - 30 September 2018