Senin, 30 April 2012

Dua sisi



Aku mencintaimu,
Tapi aku lebih mencintai Tuhanku
Aku menyayangimu,
Tapi aku lebih sayang kepada Tuhanku

Kau satu hal yang tak terlupakan,
Tapi Tuhanku satu hal yang tak bisa kuabaikan,

                                                            January, 25st 2011/

Rabu, 25 April 2012

Alur

Berpisah
Bertemu
Berpisah lagi
Bertemu lagi
     Lagi bertemu
     Lagi berpisah
Lagi-lagi bertemu
Lagi-lagi berpisah
    Bertemu lagi-lagi
    Berpisah lagi-lagi

Pulang



Di sebuah hari
            Kalender  membuat gerah
            Di kemarau yang memerah
            Buku-buku rasanya tak menarik
           

Minggu, 22 April 2012

Mungkin AKu Belum Dewasa


Tumbuh menjadi dewasa bukanlah hal yang menyenangkan. Tapi juga tak menyakitkan. Membahagiakan, tapi ada banyak ruang yang kadang tak bisa diterima oleh hati nurani. Jalanannya adalah ujian. Anginnya adalah tantangan. Di dalamnya ada jati diri yang ingin kita temukan. Tapi tak segampang yang dipikirkan.
             Menjadi dewasa itu tak semudah membalik telapak tangan. Sewaktu kecil kadang selalu tak sabar menuju ke sana. Bahkan membayangkan hal-hal yang tak mungkin menjadi mungkin di depan mata. Ada banyak hal yang ingin tercapai dengan cepat. Tak sabar menunggu waktu. Bahkan rasanya ingin berlari mengejarnya.
            Tapi rasanya sekali-kali kita masih seperti anak kecil. Yang  membayangkan menjadi dewasa. Sementara belum bisa bertanggung jawab atas kedewasaan kita sendiri……… {sketsa}

Senin, 16 April 2012

Segelas Teh


Ingatlah sekali lagi,
Ketika suatu sore kau datang dan memintaku meramu segelas teh untuk lelahmu. (F)

Sabtu, 14 April 2012

Senja



Matahari tenggelam di sini sayang,
Di sebuah pulau jauh darimu.
Seperti surga yang kubayangkan waktu kecil dulu.
Air laut seperti mutiara keemasan
Bunyi keciprak air bak melodi sore hari,
Para nelayan tersenyum.
Menunggu magrib datang dan berlalu.
Sebelum menuju  ke keramba mereka.

Jumat, 13 April 2012

Sang Tua

Pagi. 
Hujan mengetuk ragu.
Mentari tampak malu.
Di sebuah desa, lelaki tua bertelanjang dada.
Di sisi kopi tanpa gula
Konon dia sudah duda.
Jadi TKI di negeri sabah.
  _ Desember 

Catatan Maret _

Gadis kecil berponi………….
…..Lagi-lagi dia menatapku sangat lekat. Seolah ingin mengatakan sesuatu. Tatapan matanya penuh arti di bawah poni rambut yang berkilauan di sentuh cahaya lampu. Aku menatap balik mata kecilnya yang indah. Kulihat kupu-kupu cokelat kelam sangat menawan di sana. Mengitari jernihnya aliran sungai yang entah bermuara di mana. Pipinya yang kembung seperti ingin meledak di depanku. Mengelusnya aku membayangkan bakpao kembung yang siap di kukus.Tapi lagi-lagi bibir mungilnya hanya terkatup rapat untuk pertanyaanku yang kesekian kalinya.

Minggu, 08 April 2012

Kata-kata


Bila kata-kata ini bisa kukatakan
Maka tak lagi kata ini bertumpuk menjadi banyak kata
Sampai suatu saat tak alagi ada kata yang bisa kukatakan
Tahukah kau
Sangat sulit mengatakan kata itu sebagai sebuah kata
Sebab sesekali kata itu ilusi yang menjelma kata-kata
Menari bersama sekian ribu kata-kata dalam ruang yang tersimpan dalam ruang kataku

Pernah kucoba bersenda gurau dengan kata itu
Memahami isi dari separuh kata
Memilah gen dan merasakan aroma kata
Dari setiap kata yang berkata kepadaku

Adakah kebenaran di balik kata-kata itu?
Atau malah kebohongan dari setiap penjelmaannya
Adakah kekuatan di balik kata-kata itu?
Atau malah hanya kelemahan ciptaan kata-kata itu

Fajar - 30 September 2018