Bila kata-kata ini bisa kukatakan
Maka tak lagi kata ini bertumpuk menjadi banyak
kata
Sampai suatu saat tak alagi ada kata yang bisa
kukatakan
Tahukah kau
Sangat sulit mengatakan kata itu sebagai sebuah
kata
Sebab sesekali kata itu ilusi yang menjelma
kata-kata
Menari
bersama sekian ribu kata-kata dalam ruang yang tersimpan dalam ruang kataku
Pernah kucoba bersenda gurau dengan kata itu
Memahami isi dari separuh kata
Memilah gen dan merasakan aroma kata
Dari setiap kata yang berkata kepadaku
Adakah kebenaran di balik kata-kata itu?
Atau malah kebohongan dari setiap penjelmaannya
Adakah kekuatan di balik kata-kata itu?
Atau malah hanya kelemahan ciptaan kata-kata
itu
Kata-kata itu
Sesekali datang di garis horizontal kata
Lalu menarik diri kearah vertikal kata
Membahagiakan hati yang penuh kata-kata
Juga mengalirkan haru biru dalam lingkaran
kata-kata
Bila kata-kata itu bisa kukatakan
Maka pada siapa kata itu mulai kukatakan
Aku pun tak bisa memilah kata yang pertama
untuk kukatakan
Pun terakhir kukatakan
Apakah kata cinta untuk negeri dan bangsaku,
Apakah kata untuk Adam yang kucintai dalam
kataku
Ataukah kata ketidak puasan kata-kata pemimpin
bangsaku
Ataukah kata kesakitan orang-orang pinggiran
produksi kebiadaban kata-kata
Ataukah memilih tak mengatakan kata-kata itu
Karena
kata-kata itu telah beku di negeri yang penghuninya terlalu banyak berkata.
Makassar dalam dunia kata/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar