Pernah
aku menuang kopi di Sana
Untuk
kau teguk saat penat tiba
Menghirup
hangatnya pagi dan senja di sisimu
Berbaur
bersama aroma wangi parfummu
Kini,
Gelas
itu terlelap
Telungkup
di masa kejenuhan menunggu Tuannya
Diam-diam
melukis terjal dinding polos di sudut peta negeri sendiri
Sebuah
akhir – sebuah kisah
Dalam
cerita gelas kosong
Suatu
hari
Dia
berbisik kepadaku
“Kapan
lagi aku menuang kopi dalam dirinya?”
Juni 2012