Jumat, 15 Juni 2012

Kemarau di Matamu, kekasih



Diam-diam kucuri ruang kering di matamu, kekasih
Gersang tak sepetak pun tanah  basah
Pohon yang rapuh
Rerumputan tak sehijau dahulu
Pepohonan diselimuti daun-daun menua
Kelopak bunga berguguran


Itulah kemarau
Menghapus seluruh tawa yang pernah berderai, dahulu
Mengusir kupu-kupu yang beranak pinang di sisimu
Menyusutkan bangunan-bangunan cinta di sekelilingmu
Kau bukan lagi yang kukenal
Bahkan ingatan tentang Tuhan menjuntai jauh
Air wudhu tersisa sekali seminggu menjamah tubuhmu

Aku luka memandangmu
Aku gamang memaknaimu
Melukai jantung sendu
Tapi kita terpisah ribuan kata
Dari jalan-jalan yang pernah kita lalui

Ingin kubasuh ruang kering itu
Dengan segelas air yang kupunya
Meski hanya segelas air
Kutanam kembali bunga dan rerumputan
Juga sebuah pohon yang menyejukkan
Kelak meski hujan terlambat tiba
Kutatap saja ruang itu di matamu

@r-etsa 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fajar - 30 September 2018