Kamis, 27 September 2012

Kekasihku,
Mari sejenak kita berjalan-jalan ke sawah
Menghirup oksigen
Membuang racun hedonisme
Melupakan kapitalisme
Mengaburkan polemik bangsa
Melihat petani bermandi peluh di siang hari
- Bergumul tanah berlumpur
Mengintip kupu-kupu bermesraan di sela-sela ranumnya butir-butir padi
...
Menuju sungai kecil
Meletakkan wudhu yang sebenarnya
Lalu kita menuju surau
Tempat kita dulu sering bergurau……

^^ ...ets@ september

Kamis, 23 Agustus 2012

----Agustus....


Kilau air laut melukis rona merah jambu yang menggelitik diamku.
Bunyi keciprak air mengirim ingatan lengkungan senyummu.
Kutanyakan lagi pada hening yang membosankan,                     
Apakah gerangan yang membawamu pergi.
Bukankah kita belum menuntaskan cerita ini?

Rabu, 01 Agustus 2012

Adalah Karena Aku Luka


Adalah karena aku luka
Aku lupa ini hari yang ke berapa
Adalah karena aku luka
Aku lupa jika bangsaku luka pula
Adalah karena aku luka
Aku punya tubuh luka pula
Adalah karena aku luka
Aku tersenyum tanpa irama
Adalah karena aku luka
Aku tertawa di wajah hampa
Adalah karena aku luka
Aku merana di setiap kata
Adalah karena aku luka
Aku  bungkam seribu bahasa
Adalah Karena aku luka
Aku buta menatap permata
Adalah karena aku luka
Aku sepi di setiap sudut kota
Adalah karena aku luka
Aku berjalan seperti jelata
Adalah karena aku luka
Aku tak lagi punya air mata
Adalah karena aku luka
Aku kehilangan bijaksana
Adalah karena aku luka
Aku berkaca dalam lara
Adalah karena aku luka
Aku lara dalam rasa
Adalah karena aku luka
Aku merasa menggenggam bara
Adalah karena aku luka
Aku merasa menjunjung puluhan bata
Adalah karena aku luka
Aku merasa memikul bejana
Adalah karena aku luka
Aku kehilangan separuh jiwa
Adalah karena aku luka
Aku lunglai tak punya asa

Adalah karena aku luka
Aku jera untuk  mencinta                        

 >>13  Romadhan 2012

Selasa, 31 Juli 2012

Balada Lelaki Di Surau



Malam kudapati tubuhmu kaku
Bak sehelai daun merana tanpa lagu
Di sebuah surau dekat danau
Sehabis merenung gagu tak tentu
Karena belenggu
Ditinggal istri yang pergi di kemarau

Bak dua sejoli dengan segelas kopi
Dalam melodi yang kau sebut sepi
Bercerita perih sebelum mati
Sebelum kau menuju abadi
Kau tinggalkan sajak seperdua bait yang memuja hening
Juga sebuah permata yang kau sebut bening
Bertuliskan inisial “aku” dan “kamu”
Di saksikan bulan sabit yang menggeram tak kau hirau

Wahai jiwa pemuja sejati
Mengapa tak kau pilih meminang lagi
Jika hawamu telah lama bersuami lagi
Mengapa pula kau tak bersuara
Jikalau hawamu jadi istri muda
Betapa lupa kau dikhianati
Pujaan yang kau kira pelangi
Betapa lama kau didera derita
Karena rupa yang tak tahu etika

Wahai jiwa pemuja sejati 
Puasa telah berhari-hari 
Lebaran sebentar lagi menepi
Mengapa kau memilih mati?

Romadhan ke 11 2012


Minggu, 29 Juli 2012

Asmara dua kubus



Pernahkah kau bertanya pada hening semesta
Apakah luka selalu terlahir dari hukum sebab akibat
Sebab kau pernahterlena lakon
Terpesona anggun bait kemesraan
Dijerat indah lirik harapan
Spekulasi bisikan hati
Dalam larutan narasi janji
Pada matamu yang buta ilusi
Dimabuk aroma semu wewangian asmara tak beretika

Terlalu lama, sangat lama, bahkan sangat lama
Tubuhmu diaduk indah di dunia hampa dunia
Sampai luka tak sudi kau sebut luka
Ilalang kau kira taman bunga
Walau tak nyata kau petik bunga dari sebuah bunga
Kau teguk saja anggur di cawan beraneka rasa
Banyak sekali
Dimensimu memutar
Imajinasimu mati
Kearifanmu luluh berhamburan
Menjadi partikel halus di ruang hampa udara
Dalam dirimu yang bukan dirimu

Lalu seketika pagi -
Kekasihmu lari -
Setelah berbisik apik lewat secarik larik
Dalam gubahan lagu dramatik yang lentik

Akibanya kau luka tanpa berkata
Meringis tanpa tangis
Gamang dalam terang
Dehidrasi di tengah-tengah hujan
Lakonmu aus lalu terhapus
Dalam narasi penuh dawai
Di telan asmara dua kubus berbeda rumus.

Romadhan ke-10 2012

Selasa, 17 Juli 2012

Bidadari Kecil


Bidadari kecil – rambut dikuncir dua
Energi ucapan selamat pagimu - masa yang tertinggal di sini
Saat kau lengkungkan senyum dengan sinyal paling manis
Dan kau letakkan sebuah kecupan “selamat pagi”

Membayangkan wajahmu bersemu merah
Dua bola matamu yang jernih tanpa dosa
Jemari mungilmu yang selalu menyentuh bahuku
Kekuatan titipan dewa matahari
Selalu bisa membuatku terjaga dalam lelah siang hariku

Bidadari kecil – rambut dikuncir dua
Bayanganmu selalu terselip dalam dongeng-dongeng imajinasiku
Bergelayut manja di sisi tempatku memandang langit pertama
Kita tertawa – berlari-lari kecil – lepas dan bebas
Menari bersama  kupu-kupu yang baru saja bermetamorfosis sempurna
Meninggalkan kempompong menyesakkan
Seperti dirimu meninggalkan rumus matematika yang membelenggu
Dalam pusaran angka-angka parasit
Begitu pun aku yang melepaskan kumbang kesayanganku menemui setangkai mawar di taman yang tak begitu kukenal
Kita tertawa – berlari kecil – lepas dan bebas

Bidadari kecil – rambut dikuncir dua
Kutinggal kau di sana
Takkan ada yang membelenggu dua kaki kecilmu
Bahkan  jika mereka menambahkan rumus dalam tabung reaksi kimia

Bidadari kecil – rambut dikuncir dua
Apalagi yang tersisa
Jika bukan kenangan

Makassar _ Miss you my little angel _Kathleen Hardjono

Senin, 16 Juli 2012


Bunga kali ini kembali terkatup
Pada hal musim sudah sampai pada kata “semi”
Mungkin karena fragmen-fragmen kehidupan telah bercerai berai

Tinggallah kupu-kupu kecil yang hilang arah
Berputar di dalam ruang berdiameter kecil
Terjebak dalam rumus-rumus menyesatkan
Tak mampu mengurai makna dalam tabung penghasil kesimpulan

…..Puisi kecil tanpa judul

Sabtu, 14 Juli 2012

Surat Cinta dan Sepotong Sajak Kehidupan



Apa perlu ku panggil belalang senja datang kemari?
Untukku mengirim sepucuk surat dan sepotong sajak kepadamu
Ataukah harus kupinjam sayap kecil merpati khayalanku,
untukku datang ke kotamu
Diam-diam menyusup ke kamarmu
meletakkannya di bawah bantal tidurmu
Sebelum kau terjaga esok pagi.

Aku ingin kau membacanya
sebelum kau beranjak dari pembaringan
Aku ingin kau membacanya
sebelum kau basuh air kehidupan di wajahmu
aku ingin kau membacanya
sebelum energi negatif meresap di pori-porimu kecilmu
Aku ingin kau membacanya
sebelum Koran tiba di halaman rumahmu
Aku ingin kau membacanya
sebelum kau teguk kopi buatan tanganmu
Aku ingin kau membacanya
sebelum kau dengar seraknya suara kekasihmu
Aku ingin kau membacanya
Sejenak

Bertahun-tahun surat itu mengendap di sini
Di sebuah kotak kerinduan pemberian zaman
Di sisi Al-Qur'an tua dan buku-buku tak beraturan
Tak jauh dari kalender kenangan tentangmu
……….Surat cinta dan sepotong sajak kehidupan
Tanda cinta titipan Ilahi.

Makassar_Juli 2012

Fajar - 30 September 2018