Minggu, 29 Juli 2012

Asmara dua kubus



Pernahkah kau bertanya pada hening semesta
Apakah luka selalu terlahir dari hukum sebab akibat
Sebab kau pernahterlena lakon
Terpesona anggun bait kemesraan
Dijerat indah lirik harapan
Spekulasi bisikan hati
Dalam larutan narasi janji
Pada matamu yang buta ilusi
Dimabuk aroma semu wewangian asmara tak beretika

Terlalu lama, sangat lama, bahkan sangat lama
Tubuhmu diaduk indah di dunia hampa dunia
Sampai luka tak sudi kau sebut luka
Ilalang kau kira taman bunga
Walau tak nyata kau petik bunga dari sebuah bunga
Kau teguk saja anggur di cawan beraneka rasa
Banyak sekali
Dimensimu memutar
Imajinasimu mati
Kearifanmu luluh berhamburan
Menjadi partikel halus di ruang hampa udara
Dalam dirimu yang bukan dirimu

Lalu seketika pagi -
Kekasihmu lari -
Setelah berbisik apik lewat secarik larik
Dalam gubahan lagu dramatik yang lentik

Akibanya kau luka tanpa berkata
Meringis tanpa tangis
Gamang dalam terang
Dehidrasi di tengah-tengah hujan
Lakonmu aus lalu terhapus
Dalam narasi penuh dawai
Di telan asmara dua kubus berbeda rumus.

Romadhan ke-10 2012

3 komentar:

  1. aku pernah bertanya pada Einstein tentang persmaan E=Mc2.. tapi relativitasnya menjawab rumusan berbeda adalah imbas dari dunia nyata yg selalu menipu.. dan Heienberg menawariku dgn ketidakpastian quantum,.. ohh.. ruang waktu pasti mencipta beda akan sentuahn partikel yg berbeda... Saluuuut...

    asik puisinya...

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. pada intinya aku adalh orang yang tak pernah mengerti Einstein..bahkan Heisenberg dengan kata-katanya....entahlah///
      makasih sudah membacanya....improvisasi kebangkitan imajinasi..

      Hapus

Fajar - 30 September 2018