Pernahkah
kau bertanya pada hening semesta
Apakah
luka selalu terlahir dari hukum sebab akibat
Sebab
kau pernahterlena lakon
Terpesona
anggun bait kemesraan
Dijerat
indah lirik harapan
Spekulasi
bisikan hati
Dalam
larutan narasi janji
Pada
matamu yang buta ilusi
Dimabuk
aroma semu wewangian asmara tak beretika
Terlalu
lama, sangat lama, bahkan sangat lama
Tubuhmu
diaduk indah di dunia hampa dunia
Sampai
luka tak sudi kau sebut luka
Ilalang
kau kira taman bunga
Walau
tak nyata kau petik bunga dari sebuah bunga
Kau
teguk saja anggur di cawan beraneka rasa
Banyak
sekali
Dimensimu
memutar
Imajinasimu
mati
Kearifanmu
luluh berhamburan
Menjadi
partikel halus di ruang hampa udara
Dalam
dirimu yang bukan dirimu
Lalu
seketika pagi -
Kekasihmu
lari -
Setelah
berbisik apik lewat secarik larik
Dalam
gubahan lagu dramatik yang lentik
Akibanya
kau luka tanpa berkata
Meringis
tanpa tangis
Gamang
dalam terang
Dehidrasi
di tengah-tengah hujan
Lakonmu
aus lalu terhapus
Dalam
narasi penuh dawai
Di
telan asmara dua kubus berbeda rumus.
Romadhan ke-10 2012

aku pernah bertanya pada Einstein tentang persmaan E=Mc2.. tapi relativitasnya menjawab rumusan berbeda adalah imbas dari dunia nyata yg selalu menipu.. dan Heienberg menawariku dgn ketidakpastian quantum,.. ohh.. ruang waktu pasti mencipta beda akan sentuahn partikel yg berbeda... Saluuuut...
BalasHapusasik puisinya...
Heisenberg maksudku..
BalasHapuspada intinya aku adalh orang yang tak pernah mengerti Einstein..bahkan Heisenberg dengan kata-katanya....entahlah///
Hapusmakasih sudah membacanya....improvisasi kebangkitan imajinasi..