Jumat, 15 Juni 2012

Hawa yang luka


_ (oleh-oleh untuk seorang kawanku)

Kudapati tangismu buncah di atas sajadah biru
Pelan-pelan  bersujud dalam hening Tahajjud sepertiga malam
Komat-kamit menyebut ribuan do’a  keselamatan

Air mata seperti hujan menembus waktu
Menjemput subuh di ambang pintu
Menikmati kelam alam semesta
Kala mereka lelap dalam mantra

Kau tenggelamkan do’a
Di lorong-lorong dunia
Menyusuri setapak menuju singgasana Tuhan
Tempat seluruh do’a Dia dengarkan

Kau bayangkan luka hilang tiba-tiba
Saat garis fajar perlahan terlukis di ujung langit, esok hari
Kau mimpikan jalan tak berbatu dan terjal
Saat tetes embun pertama berjumpa tanah

Keajaiban,
Jawaban rangkaian permohonan
Memadatkan harapan meski hanya setitik
Lelah, itu yang kau ucapkan
Tapi kau renggangkan senyum
Berfikir bahwa itulah kehidupan

Telah lama kau berhenti menangis
Meski hati terasa miris
Tak lagi lenguh berkata-kata
Meski kau Hawa yang luka 
Juni 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fajar - 30 September 2018