_ (oleh-oleh
untuk seorang kawanku)
Kudapati tangismu buncah di atas sajadah biru
Pelan-pelan bersujud dalam hening Tahajjud sepertiga malam
Komat-kamit menyebut ribuan do’a keselamatan
Air mata seperti hujan menembus waktu
Menjemput subuh di ambang pintu
Menikmati kelam alam semesta
Kau tenggelamkan do’a
Di lorong-lorong dunia
Menyusuri setapak menuju singgasana Tuhan
Tempat seluruh do’a Dia dengarkan
Kau bayangkan luka hilang tiba-tiba
Saat garis fajar perlahan terlukis di ujung
langit, esok hari
Kau mimpikan jalan tak berbatu dan terjal
Saat tetes embun pertama berjumpa tanah
Keajaiban,
Jawaban rangkaian permohonan
Memadatkan harapan meski hanya setitik
Lelah, itu yang kau ucapkan
Tapi kau renggangkan senyum
Berfikir bahwa itulah kehidupan
Telah lama kau berhenti menangis
Meski hati terasa miris
Tak lagi lenguh berkata-kata
Meski kau Hawa yang luka
Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar