Gelap, menyesakkan
Berbaur seluruh keindahan dan kesakitan menemuinya
Sungai sesekali menjelma gemuruh
Matahari seperti mendekati hati
Di sebuah titik yang tak terkira, tiba-tiba pergi terganti hujan yang
membongkar paradigma kearifan
Kenangan, sebuah jalan menuju hatimu
Diam-diam aku tersipu bahagia
Di sana bunga-bunga beraneka warna
Kupu-kupu bermetamorfosis sempurna
Pepohonan yang rimbun
Hamparan rumput mengganti permadani untuk jiwa yang kelelahan
Menunggu cinta berbalik memeluk rindu sepanjang hari
Kenangan, sebuah pintu menuju hatimu
Berirama saat pertama terbuka
Disana kita bertemu pandang
Tak perlu kata-kata menafsirkannya
Karena kau tahu
Aku juga tahu
Kenangan, sebuah jendela menuju hatimu
Kau andaikan anak tiri yang tak boleh dihardik siapapun
Kau ibaratkan kisah yang mesti kita timbun sampai tak terlihat lagi
Kau tiba-tiba melupakannya, membuangnya,
Lalu mengapa?
Tak ingatkah kau yang memulainya?
Matahari terbenam 15 Mei 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar