Perlukah aku menulis sesuatu untukmu
Sebelum petang berangkat hari ini?
Berganti kegelapan yang agung.
Atau perlukah aku menyisir lagi guratan
wajahmu dari balik puisi yang kau tinggalkan.
Saat huruf pertama dari namaku
pun kau sudah lupa.
Sayang, kerinduanku belum juga pupus di
sini.
Aku bahkan masih mengeja namamu, selalu.
Membayangkanmu menjelma merpati mengetuk
jendelaku yang basah air hujan.
Sayang, tak kutemukan ensiklopedia yang
bisa membuatku amnesia.
Atau kisah sejarah yang bisa mengambil
rindu itu tanpa sisa.
Sayang, sore ini aku terlupa olehmu,
Tapi tidak bagiku.
Makassar, 2012 - setelah hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar