Minggu, 13 Mei 2012

Sore yang terlupakan


Perlukah aku menulis  sesuatu untukmu
Sebelum petang berangkat hari ini?
Berganti kegelapan yang agung.
Atau perlukah aku menyisir lagi guratan wajahmu dari balik puisi yang kau tinggalkan.
Saat huruf pertama dari namaku pun kau sudah lupa.


Sayang, kerinduanku belum juga pupus di sini.
Aku bahkan masih mengeja namamu, selalu.
Membayangkanmu menjelma merpati mengetuk jendelaku yang basah air hujan.

Sayang, tak kutemukan ensiklopedia yang bisa membuatku amnesia.
Atau kisah sejarah yang bisa mengambil rindu itu tanpa sisa.

Sayang, sore ini aku  terlupa olehmu,
Tapi tidak bagiku.

Makassar, 2012  -  setelah hujan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fajar - 30 September 2018