Kamis, 10 Mei 2012

Sajak Kita



Kita bertemu di angka dan huruf yang buram
Di sebuah topik kesakitan tentang asmara
Di bawah rimbun pepohonan tak bernama
Di jalan yang kusebut keajaiban
Dekat bangunan tua tempat kita pernah mencatat kosa kata membosankan

Pernah kita berjubel bersama mereka
Berbicara hidup dan kehidupan
Berbicara masa lalu dan masa depan
Pernah kita mengayuh waktu di pantai
Menuntun puisi hingga ke irama lagu
Menunggu air laut menyentuh ujung kaki

Sampai saatnya kita berpisah di bulan dan tahun tak bernama
Kau meninggalkan cinta,

Konon, ketapang mulai rimbun lagi,
Rerumputan kembali segar
Hanya saja semua kembali sepi

Makassar, Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fajar - 30 September 2018