Kita
bertemu di angka dan huruf yang buram
Di
sebuah topik kesakitan tentang asmara
Di
bawah rimbun pepohonan tak bernama
Di
jalan yang kusebut keajaiban
Pernah
kita berjubel bersama mereka
Berbicara
hidup dan kehidupan
Berbicara
masa lalu dan masa depan
Pernah
kita mengayuh waktu di pantai
Menuntun
puisi hingga ke irama lagu
Menunggu air laut menyentuh ujung kaki
Sampai
saatnya kita berpisah di bulan dan tahun tak bernama
Kau
meninggalkan cinta,
Konon,
ketapang mulai rimbun lagi,
Rerumputan
kembali segar
Hanya
saja semua kembali sepi
Makassar, Maret 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar