Berangkali
hanya keheningan
yang
bersaksi akan gelisah di hatinya
Saat
bumi di selimuti kegelapan
Di irama tetes-tetes air hujan
Sewaktu purnama entah bersembunyi di mana
Dia
menanti merpati
Datang
bertamu menitip puisi
Bait pertama atau sampai ke dua
Atau
lagu berirama kesejukan
Sebagai
penawar rasa kesepian
di hari yang mereka sebut kelahiran
Jam
berdentang serasa pekat
Berpuluh-puluh
ucapan tercipta di sisi
Tapi
tetap saja tersisa kosong
Sebab dia menanti hati
Begitu
kata-kata itu tiba
Begitu
pula kata-kata itu pergi
Dan,
Begitulah di suatu malam.
Makassar 12 mei 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar