Kamis, 12 Juli 2012

Sang Putri



Terlelapkah kau di peraduan sore?
Wahai sang putri yang merindu merpati
Karena hujan ingin kau lewatkan
Karena rindu ingin kau lupakan

Bukankah sudah kuperingatkan kepadamu-
Hari itu-Tanggal itu-bulan itu-tahun itu- menit itu-
Pun detik itu
Rindumu hanya akan berputar di pusaran denyut nadi
Perlahan membakar rangka tubuhmu yang tak lagi bebal seperti dulu
Tapi kau mendongak ke langit dan berkata kepada awan
Ini adalah rinduku_jangan kau bawa rembulan untuk memadamkannya
Karena dia akan habis
Terbakar gejolak matahari di langit jiwaku

Setelah itu,
Kau memilih hidup dalam rindumu
Berayun dari ranting kata menuju kalimat bahasa pujanggamu
Yang tiba-tiba puitis
Melankolis
Sesekali narsis

Putri, bangunlah
Tak perlu kau lewatkan hujan untuk melupakan rindumu
Karena magnet-magnet kecil kenanganmu melekat urat di saraf neuron tubuhmu
Sekalipun lelapmu bermil-mil jauhnya dari realitas


Majene_ Juli 2012

4 komentar:

  1. Berayung atau berayun?
    melangkolis atau melankolis?

    kerinduan yang mem-vibrasi kata dalam moment tertentu menjadi puitis.. great..

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks yh udah ngingatin,,,,itu ksalhan sya. nda sya prhtikan juga. soalnx pas jadi trburu-buruka wktu sya up-load.....nda smpt sya edit dgn baik,,,

      Hapus
  2. yayaya....dipahami ji... good poem...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksih,,,,,,itu cuma coretan kecil aja.bukan apa2....

      Hapus

Fajar - 30 September 2018